Pesan yang di sampaikan oleh Bapak Dr Anies Baswedan tidak jauh besangkutan dengan kurikulum terbaru yang dikenal dengan istilah Student Centered Learning (SCL). Di mana mahasiswa di tuntut untuk lebih aktif lagi dalam pembelajaran. Seperti mahasiswa yang telah menjadi aktivis diluar kampus, dia juga harus bisa menjadi aktivis di dalam kampus. Anak-anak yang memilih untuk kuliah dan memiliki kesepmatan kuliah adalah anak-anak yang berbeda. Mahasiswa itu berbeda, karna disebut maha atas kesiswaannya. Mahasiswa memiliki tanggung jawab yang besar di banding anak-anak lainnya.
Tidak hanya IPK tinggi yang menjadi acuan. Memang anak yang mendapat IPK tinggi akan di panggil untuk memenuhi wawancara kerja. Tetapi belum tentu dia akan lolos, karna kita juga harus memiliki skill dan memiliki jiwa kepemimpinan. Analisis lah kehidupan setelah berkuliah, lebih memilih berenang di laut lepas atau berenang di kolam berenang. Kalau di kolam berenang suhu, kedalaman, arus sudah terukur. Sedangkan di laut memang lebih berbahaya. Maka mulai dari itu mulai lah menjadi mahasiswa yang aktif, yang belajar tidak hanya di dalam ruang kelas. Pelajarilah pengetahuan terbaru, pengetahuan masa depan. Agar dapat mengetahui 20 tahun kedepan Indonesia akan menjadi seperti apa, dan dapat menjadi pemimpin Indosenia.
Assalaamu'alaikum debby terima kasih atas infonya 😊
BalasHapus